Lesson Learned for You and Me

Masalah, masalah, masalah. Ga bisa santai juga kalo lagi kena masalah terus udah “merasa” berusaha bener-bener mengatasi masalah tersebut tapi masalah ga kunjung teratasi. Dimana otak sama hati mulai bersitegang, otak bekerja keras, memutar balik cara supaya dapat segera menyelesaikan masalah, namun hati limbung, cemas, membuat raga yang seharusnya mensupport otak yang tengah mengerutkan ulirnya menjadi lesu, lemas tak bersemangat menghadapinya.

Ya, tentunya saya punya masalah, beberapa darinya sudah hampir membuat saya patah arang, dan memang tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Mencoba memotivasi diri sendiri, berfikir positif untuk terus bisa membawa suasana tetap tenang dan kondusif.

Kadang terselip curahan hati saat tengah berkumpul dengan kerabat dekat, mereka orang-orang yang saya percaya dan saya selalu senang berbagi bersama mereka. Bukan maksud meminta iba dari mereka setelah menceritakan apa yang terjadi, cuma rasa lebih tenang dan nyaman setelah bercerita itu yang saya cari mungkin, PLONG! Ya sekedar menenangkan otak dan hati yang sedari tadi masih tidak akur.

Tiga gelas kopi, dan beberapa cemilan yang dibeli di warung dekat rumah, menemani obrolan kami di senja yang dekat dengan petang. Pada saat itu ketika saya mengutarakan cerita tentang masalah yang tengah saya hadapi, terpotong kalimat “Gw lagi bingung banget nih, kalo gini-gini aja kayanya mau ga mau gw jual tuh rumah”, seketika saya terdiam dan berfikir, apa yang tengah mereka fikirkan sembari menyimak cerita saya yang penuh dengan keluh. Apa mereka iba, ikut membantu berfikir, atau hanya mendengar karena tidak enak saja. Aisshssssshhh, setelah terdiam beberapa saat, berlanjutlah percakapan tiga muda-muda yang duduk melingkar diatas karpet yang sudah mulai hilang wangi binatunya.

Mereka mulai bercerita bergantian, banyak yang lucu tentunya, yang membuat tawa susah sekali dihentikan, terpingkal sampai hampir menumpahkan kopi yang sudah mulai hilang panasnya. Namun diantara tawa muncul lagi cerita dari seorang teman tentang pengalaman pribadinya, tentang perjalanan hidup yang menurut saya jauh lebih pahit dari apa yang baru saja saya ceritakan. Dan sontak menyadarkan saya kembali , ternyata semua orang punya masalah sendiri-sendiri, Dan pasti dengan porsinya masing-masing juga.

Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya.

Saya teringat kalimat diatas, dan “Oooowh, mungkin ini kapasitas saya yang harus saya hadapi dan sudah pasti bisa saya hadapi karena Allah yang memberi cobaan sesuai kemampuan hambanya dan Dia-lah yang mengatur segalanya. Begitu juga teman saya yang ternyata porsi masalahnya berbeda dengan saya, entah lebih besar atau kecil masalahnya, saya juga yakin dia pasti bisa menghadapinya karena Allah maha pemberi petunjuk, dan padaNya lah kami memohon kemudahan.

Dari situ justru saya langsung bersyukur dengan apa yang saya alami, saya merasa jika masalah dia yang terjadi pada saya, belum tentu saya bisa seperti dia menghadapinya, begitupun sebaliknya.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 6)

Dan sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, semoga Allah terus menyertai usaha kita. Semoga Allah senantiasa mengampuni kita, merahmati kita, memberikan hidayah, keselamatan, rizqi dan pertolongan-Nya pada kita. Dan semoga kita terus mengingat nama Nya selalu, tidak hanya saat dirundung masalah saja. Amin.

Everyone Has Their Own Problems In Life. No matter who you are, no matter where you are, its just that sometimes things can get so bad, that you start thinking that your the only person that has problems, but when you think about it, everybody has problems, maybe not the same problems as you, but their own problems nonetheless, and as the saying goes, “there’s always someone worse off than yourself”, and sometimes you just have to be thankful that you dont have any more problems in your life than the ones you already have!!!

Dan tulisan ini saya dedikasikan untuk seseorang yang setelah hari kemarin, pagi ini tertawanya terlihat ga seperti biasanya, dan sungguh menyenangkan melihat tawanya pagi ini. Not being sentimental

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s