Suasana Kamar Pas

Di siang yang panas namun dingin, lhoooo? Ya dingin, soalnya gue lagi di dalem mmol (mall). Pas gue lagi nungguin antrian mau nyobain baju, ada pemandangan menarik yang sangat sayang untuk saya lewatkan. Simak foto di bawah :

Kamar Ganti

Terlihat ada seorang lelaki muda, ibu-ibu berjilbab, seorang anak yang arab-arab gitu, dan mbak-mbak yang lagi ngantri mau nyobain juga (nyobain apa hayooo). Sayang hp gue kurang mumpuni untuk mengabadikan adegan tersebut dalam bentuk video, jadi biarlah foto berbicara, dan gue bantu terjemahkan.

Pemeran utamanya adalah si anak.

Si anak yang terlihat manis pada awalnya, namun sadis pada akhirnya. Wajahmu yang manis, namun kau sadis #np-Kaimsasikun. Si anak yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak dari ibu berjilbab, mulai memperlihatkan wujud aslinya. Ia mondar-mandir gak karuan sampai akhirnya dia mulai menggedor dan mencoba membuka satu persatu pintu kamar pas yang (mungkin) sedang berisi wanita-wanita (tak berbusana, hanya khayalan penulis).

Tapi bener, terlihat kegigihannya untuk membuka pintu kamar pas tersebut, entah apa modusnya, pintu itu ia dorong, gagang pintunya digelayutin, mungkin sudah sampai tahap frustasi ia mencoba masuk melalui celah yang lumayan besar di bawah pintu. Si ibu mulai rewel memarahi si anak, tapi menurut gue, omelan sekedar omelan begitu saja tidak akan berhasil memendam nafsu si anak (untuk membuka pintu). Beda dengan ibu gue saat gue masih kecil, yang apabila gue melakukan hal yang tidak sopan di depan umum cubitan mataharinya (beda dengan tendangan mataharinya Baja Hitam yaa , ibu gue gak sambil terbang kok nyubitnya, cubitan yang tidak menyakitkan namun membuat jera karena akan ditonton banyak orang saat gue dieksekusi di depan umum, dan biasanya efektif membuat gue diam, kalem, suci dan innocent sampai nanti malam tidur dan kembali ceria keesokan harinya) akan mendarat di lengan gue.

Si anak mulai menjalankan skenario puncaknya, masih inget dengan mas-mas di sebelah kiri foto, nah pacar si mas mungkin sedang meminta pendapat ke si mas “How do I look?” kata si pacar (yaelah). Nah saat pintu sedikit terbuka karena si mas sedang mengecek penampilan si pacar dengan baju keluaran terbarunya, si anak tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Swiiiiiiiiiiiing!!! Si anak masuk secepat mungkin dengan cara memiringkan badannya hingga bergabunglah ia dengan si mba di kamar (pas). Dan “Aaaaaaaaaaaaaaaaaa” Hebohlah suasana, kenapa ada teriakan?, yaa mungkin belum 100% terbalut busana dan pintu jadi sedikit lebih terbuka lebar untuk disaksikan orang disekitar situ. Tapi suwerrr gue gak liat apa-apa, karena sudut pandang gue terlihat dari foto, gue gak bisa ngeiat ke arah pintu, gue dan semua yang mengantri hanya tersenyum  miris aja ngeiat tingkah si anak. Dan bayangkan ekspresi ibunya si anak sambil (hanya) menegurnya (saja). Dan si anak terus bertingkah sampai gue meninggalkan kamar pas tersebut.

Hasaaaaah, satu lagi cerita penting gak penting, usil aja. Well see u next . .  . .post. Follow me @ramaprima

Categories: Uncategorized | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Suasana Kamar Pas

  1. Jiahahah
    Zumpah Ane iri ma tuh bocah :p

  2. minta foto pas bocah masuk ke kamar gantinya donk ?
    NO PICT = HOAX

  3. bahahhahahah!!!peccah parah!!
    anaknya sakit!ibunya juga lebih sakit effortless gitu buat nyegat anaknya
    -________________-”
    kalo udah ada anak kayak gitu di tempat gue mau nge pas baju,mending gue pergi -..-
    keep writing brada!

    • thanks sistah, iya tuh sebel gw liat ibunya, kaga ada usahanya cuma nego doang, ahahahaha tar kalo u lagi ngepas baju kabarin gw sis, tar gw cariin tuh anak gw suruh ngeliput ahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.